Banyuraden\u2014Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) \u201cBanyu Kencono\u201d Kalurahan Banyuraden melaksanakan kegiatan Study Tiru ke Desa Wisata Jarum, Bayat, Klaten, Jawa Tengah tentang pengelolaan industri batik tulis pada, Sabtu (2\/12). Lurah, Ulu-ulu, Kamituwo, Danarta beserta Ketua TP-PKK turut serta membersamai kegiatan kunjungan. Selain Pokdarwis turut serta sebagai peserta kunjungan yakni Badan Usaha Milik Kalurahan Banyu Gotro Rumpoko dan Kelompok Batik di Desa. Lurah Banyuraden dalam sambutannya barapan atas manfaat ilmu yang didapat dari kegiatan kunjungan. \u201cMelalui kegiatan study tiru lapangan ini kam berharap, rombongan kami yang terdiri dari Pokdarwis, BUMKal, dan Kelompok Batik Desa nantinya dapat saling bersinergi utamannya dalam rangka mengembangkan kerajinan Batik, terlebih di Banyuraden sudah mempunyai cirikhas batik dengan motif Mbah Demang. Khusus Pokdarwis yang baru dibentuk ditahun ini, semoga di tahun mendatang sudah dapat berperan untuk kemajuan wisata di Banyuraden.\u201d

Desa Jarum sendiri dikenal sebagai sentra industri batik dan merupakan salah satu desa sebagai penghasil batik tulis terbesar di Solo Raya, produknya tersebar di kabupaten lain seperti Yogyakarta dan Surakarta. Hampir seluruh penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai pembatik dan juga hampir setiap rumah di desa tersebut memiliki papan nama usaha batik tulis dan cap. Tidak hanya memproduksi batik tulis, masyarakat Desa Jarum juga mulai mengembangkan motif batik cap, kombinasi, hingga batik tulis pewarna alam. Bahan pewarna yang digunakan beragam, seperti: secang, talas, mahoni, dan tumbuhan lainnya sehingga memiliki harga paling mahal.